Artikel Boga

Ini Dia, 4 Hal yang Bikin Ramen dan Ramyeon Beda!


Foto: Pixabay.com

Mi merupakan hidangan yang banyak digemari oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Di Indonesia, bukan merupakan hal yang aneh jika mi dijadikan makanan pokok kedua setelah nasi. Mulai dari mi ayam, mi ramen, udon, sampai mi instan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya mi buatan dalam negeri, mi asal negara-negara lain pun laris di Indonesia. Konsumsi mi tidak terbatas pada kalangan tertentu saja melainkan dikonsumsi oleh berbagai kalangan dan lapisan masyarakat di Indonesia. Bahkan, kecintaan terhadap mi di Indonesia memicu munculnya komunitas-komunitas bagi pecinta mi di berbagai platform, baik online maupun offline.

Di antara berbagai mi yang ada di dunia, dua hidangan mi yang viral di Indonesia adalah ramen dan ramyeon. Kedua mi asal negara tetangga ini banyak dikonsumsi di Indonesia, ditambah dengan adanya fenomena hallyu atau gelombang Korea yang membuat mi ini semakin populer
dan dikenal oleh semakin banyak orang.

Walaupun memiliki nama yang hampir sama, ternyata kedua jenis mi ini memiliki perbedaan. Ramen merupakan mi yang berasal dari negara Jepang, sedangkan ramyeon merupakan mi yang berasal dari negara Korea. Ini dia beberapa perbedaan lain dari kedua mi lezat ini:

1. Asal Usul
Ramen merupakan mi asal Jepang. Mi ini diciptakan terinspirasi dari mi gandum asal Tiongkok. Ramen pertama kali diperkenalkan secara luas oleh imigran asal Tiongkok di akhir abad ke-19, namun menurut catatan Museum Ramen Yokohama, ramen diperkenalkan sejak 1859. Varian awal dari mi ini adalah mi gandum yang dilengkapi dengan kaldu dan daging-dagingan. Di Jepang, mi dianggap sebagai simbol kehidupan, dimana mengonsumsinya dianggap sebagai pengalaman yang istimewa.
 
Ramyeon merupakan mi instan asal Korea. Ternyata, ramyeon juga merupakan mi yang berasal dari Tiongkok. Sejak penemuan mi Jepang, semakin banyak restoran yang menjual mi Jepang. Popularitas mi Jepang menyebar sampai ke beberapa negara lain. Pada akhirnya, ramyeon dipopulerkan di Korea pada tahun 1960-an, tepatnya setelah Perang Dunia II.
 
2. Cara Pembuatan
Ramen dibuat dengan membuat mi terlebih dahulu dari tepung. Rahasia dari pembuatan ramen adalah wajan berbeda yang digunakan untuk merebus mi dan membuat kuah atau kaldunya. Ramen kemudian dimasak dan diangkat sebelum mi terlalu lembek. Setelah dimasak, mi akan dimasukkan ke dalam es dan direbus kembali sebentar. Setelah matang, ramen akan dilengkapi dengan kuah kaldu, sayuran, dan protein. Ramen dibuat dengan cara yang tradisional dan bumbu alami.
 
Berbeda dengan ramen, ramyeon merupakan mi instan yang sudah digoreng dan dikemas. Ramyeon biasanya dimasak dengan mencampurkannya dengan bahan-bahan lain seperti sayuran dan telur. Biasanya, masyarakat Korea memakan ramyeon bersamaan dengan kimchi. Karena prosesnya yang instan, maka harga ramyeon cenderung lebih murah daripada ramen khas Jepang.
 
3. Jenis-Jenis
Ramen di Jepang terdiri dari ramen kuah dan ramen goreng. Ramen kuah khas Jepang menawarkan beberapa varian rasa, mulai dari shoyu, shio, miso, dan kari, sedangkan ramen goreng khas jepang terdiri dari varian teriyaki, rumput laut, dan biji wijen. Beberapa variasi ramen khas Jepang bersifat tidak halal, namun tidak sulit untuk menemukan yang halal.
 
Ramyeon khas Korea memiliki berbagai varian yang muncul dari kesukaan masyarakat Korea, seperti Kimchi, Jamur, Buldak (rasa ayam pedas), Sapi, dan lain sebagainya. Walaupun cara memasaknya instan, namun ada beberapa restoran Korea yang menjadikan ramyeon sebagai menunya.
 
4. Tekstur dan Rasa Mi
Umumnya ramen memiliki tekstur yang tidak lengket dan tidak terlalu lembek. Rasa dari ramen cenderung tidak sekuat ramyeon, karena memang masyarakat Jepang mengonsumsi makanan yang tidak dibumbui secara berlebihan. Ramen terdiri dari berbagai macam rasa, mulai dari asin, manis, kecap, dan lain sebagainya.
 
Sebaliknya, ramyeon memiliki rasa yang lebih kuat. Tekstur dari ramyeon khas Korea cenderung lebih padat jika dibandingkan dengan ramen. Biasanya, ramyeon memiliki cita rasa pedas dalam setiap porsinya. Apa pun bedanya, yang jelas kita sama-sama sepakat kalau keduanya memang rasanya lezat.

Nah, yang mana mi favorit Anda? Ramen atau Ramyeon? (P)

Share

REVIEW

ARTIKEL LAINNYA

Macam-macam Pastry, Enak di Setiap Lapisnya

oleh Primarasa - 22 Oct 2020

Tahukah Anda? Pastry berasal dari Bahasa Perancis “patisserie” yang berarti kue.

Mengenal Adriano Zumbo, Sang Willy Wonka dari Australia

oleh Primarasa - 15 Oct 2020

Popularitas chef Adriano Zumbo melesat setelah ia mengikuti Master Chef Australia.

Hidangan Penutup Khas Indonesia yang Menggugah Selera

oleh Primarasa - 13 Oct 2020

Ternyata Indonesia punya segudang "dessert" yang tak kalah enak dengan dessert internasional.

Tips dan Trik Menulis Resep

oleh Primarasa - 2 Oct 2020

Menulis resep adalah salah satu hal kecil yang dapat membantu orang lain.

Mengenal Krakakoa, Cokelat Lokal yang Go International

oleh Primarasa - 1 Oct 2020

Krakakoa berasal dari Lampung, Pulau Sumatra.

Cita Rasa Minuman Khas Kalimantan

oleh Primarasa - 16 Sep 2020

Minuman-minuman segar dari Kalimantan yang rasanya menggugah selera.

VIDEO

Blueberry Muffin with Margie

Membuka rahasia resep andalan yang sesuai dengan keinginannya.

One Pan Mackerel ala Tante Sayur

Rahasia Tante Sayur dalam mengolah ikan dan sayur dengan sedikit bumbu.

Honey Butter Chicken with Yoland Handoko

Ayam dengan saus madu ala Korea dengan bahan-bahan yang mudah didapat

Aglio Olio ala Nyonya Italia

Teknik memasak pasta yang paling dasar langsung bersama orang Itali

Sup Bakso Rambutan ala Jeffry Tan

Fashion Designer Tanah Air, Jeffry Tan masak di dapur Primarasa.

Fun Red Velvet Eclairs with Dhita

Kue bernuansa merah putih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke-75!

One Step Avocado Pesto with Margie

Bumbu dasar ala Itali dengan menggunakan alpukat sebagai bahan dasarnya.

Easy Banana Bread With Ira

Resep Banana Bread atau Banana Cake ini adalah salah satu resep andalan saya.