Acara & Liputan

Edukasi Bahan Pangan Lokal Demi Menjaga Ketahanan Pangan


Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan terus bertambah tentunya membutuhkan supply pangan yang juga bertambah. Sayangnya, meningkatnya kebutuhan pangan tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lahan pertanian. Jika dibandingkan dengan luas lahan pertanian sepuluh tahun lalu sudah jauh berkurang karena gencarnya pembangunan. Demi menjaga ketahanan pangan, maka kita harus mulai memikirkan alternatif penyediaan pangan.

Bahan pangan yang dimiliki Indonesia sangat beragam, namun pengetahuan masyarakat tentang pangan lokal semakin menurun, tergerus oleh komoditas pangan utama, seperti beras dan kentang. Para petani pun akhirnya hanya mau menanam komoditas pangan utama yang dinilai laku dan mendatangkan keuntungan. Hal itu cukup memberi pengaruh bagi penurunan pengetahuan pangan lokal di kalangan generasi kekinian.

Fakta-fakta di atas menjadi concern dalam obrolan siang hari di Jakarta Eat Festival (JEF), Sabtu (31/8). Talk show yang mengangkat tema Future Foods itu mengundang narasumber Chef Antoine Audran, Albert Arron dari Arumdalu Farm, Andhana Adyandra dari Mahayana Permaculture, dan Seto Nurseto sebagai moderator.

Keragaman makanan yang ada di Indonesia menurut Chef Audran sudah jauh berkurang dibanding saat ia pertama kali tiba di Indonesia. Chef asal Prancis ini sudah menetap selama 25 tahun di Indonesia. “Dulu kita belajar masak bersama ibu atau nenek sehingga kita tahu betul bahan-bahan apa saja yang diolah dan dikonsumsi. Sekarang, banyak yang sudah tidak mau belajar kuliner lagi dari orang tua atau orang tua tidak lagi mengajarkan masak kepada anak-anaknya. Nah, kalau seseorang sudah tidak mau belajar masak, pasti dia tidak mau menggunakan bahan-bahan makanan yang ‘aneh’,” ujar chef yang senang ‘blusukan’ ke berbagai pelosok Indonesia ini.
 

(Michelin Star Chef, Antoine Audran)

Pendapat yang sama dituturkan oleh Albert Arron. Katanya, Indonesia memiliki ragam makanan, namun harus diakui bahwa tidak semua bahan makanan tersebut dikenal oleh masyarakat, terutama di kalangan generasi milenial. “Kami pelajari karakter makanan Indonesia dan mencoba menanamnya di Arumdalu Farm. Di Arumdalu Farm banyak ditanam jenis sayuran dan kacang-kacangan, juga ada kebun bunga matahari. Pada umumnya mereka yang datang cukup heran karena baru melihat bahan-bahan makanan tersebut, padahal sering dikonsumsi sehari-hari” ungkapnya.

Untuk ‘mendongkrak’ citra pangan lokal, ketiga narasumber sepakat perlu memberi edukasi kepada segenap lapisan masyarakat. Chef Audran menyarankan untuk memaksimalkan peran sekolah-sekolah dan media sosial dalam memperkenalkan pangan lokal kepada generasi milenial.
Lewat Arumdalu Farm, kata Albert, edukasi kepada masyarakat dibuat dengan tema kekinian. Selain membuka perkebunan, di Arumdalu Farm terdapat kafe yang instagramable. Di kafe inilah Albert memperkenalkan jenis bahan makanan heritage namun memiliki masa depan, yakni tempe. Salah satu menu yang tersaji di kafe Arumdalu Farmn adalah burger isi tempe. Menarik, bukan?

Perspektif lain sebagai sarana edukasi bagi masa depan pangan lokal disampaikan oleh Andhana Adyandra. Di Mahayana Permaculture, Andhana memperkenalkan konsep hutan sebagai tempat untuk menghasilkan bahan pangan sekaligus menjaga ekosistem kehidupan.

Kenapa harus hutan? “Hutan lebih resilien atau memiliki ketahanan dan lebih produktif dibanding sistem lahan pertanian lain. Di samping bisa ditanami berbagai bahan pangan, seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman untuk makanan ternak, hutan juga memberikan sumbangsih lain bagi kehidupan, misalnya menyerap zat penyebab polusi udara. Nah, kalau hutannya sehat, maka hasil pangannya juga sehat,” pungkas Andhana.

 

Share

ARTIKEL LAINNYA

Kecap Sedaap Lomba Masak Resep Mertua Surabaya

oleh Primarasa - 30 Oct 2019

Surabaya menjadi kota penutup rangkaian lomba masak resep mertua roadshow

Membicarakan Branding Produk Selalu Seru, dari Kemasan Hingga Persepsi Pelanggan

oleh Primarasa - 16 Oct 2019

Branding berperan penting untuk menentukan posisi sehingga menjadi pembeda dengan kompetitor.

Menghadirkan ‘Rasa’ Melalui Teknik Food Photography

oleh Primarasa - 7 Oct 2019

Bukan asal jepret, memotret makanan juga perlu teknik khusus agar hasilnya mampu menciptakan mood tertentu.

Beradu Sekaligus Berburu Resep Kecap Sedaap Di Jogja

oleh Primarasa - 7 Oct 2019

Jogja menjadi kota kelima roadshow Kecap Sedaap - Lomba Masak Resep Mertua.

Food Styling, Dari Mata Turun ke Perut

oleh Primarasa - 4 Oct 2019

Rasa lezat saja tidak cukup. Kita perlu memoles tampilan makanan agar mampu menggugah selera orang yang melihatnya.

Seru-seruan Lomba Masak di Makassar Bersama Kecap Sedaap!

oleh Primarasa - 1 Oct 2019

Ibu Gubernur Sulawesi Selatan turut hadir dan berbagi cerita dalam sesi talkshow di kota ke-4 event roadshow.

REVIEW

VIDEO

Wedang Ronde

Hangatnya kuah jahe dapat dinikmati bersama ronde yang terbuat dari tepung ketan berisi kacang tanah atau wijen. Pas diseruput saat musim hujan.

Kopi Rarobang Maluku

Kopi dengan sensasi hangat jahe, aroma kayumanis, dan taburan kacang kenari.

Jus Tunaga Ambur

Pernah membayangkan daging ikan dijadikan jus? Ternyata enak juga, kok. Simak kreasi jus dari Finali ...

Ikan Bakar Sambal Colo Colo Pala Ambon

Resep khas Ambon karya Sintje Toumahauw, Juara II Lomba Masakan Ikan Nusantara 2018, yang membawanya ...

Jus Indonesia Merdeka

Kombinasi buah leci yang diblender ditambah potongan stroberi dan buah naga merah mampu melepas daha ...

Tumpeng Indonesia Raya

Warna merah-putih juga bisa diaplikasikan pada tumpeng untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI. Gunakan ...

Bakso Ikan

Bikin bakso ikan sendiri yuk! Caranya gampang kok, lihat videonya sampai habis ya!

Choco-Nut Smoothie Bowl

Smoothie cokelat yang satu ini terlalu lezat untuk dibagi!

Matcha Yoghurt Fruit Bowl

Perpaduan yoghurt yang asam segar dengan matcha dalam fruit bowl yang sehat.